Pages

Minggu, 23 September 2012

Operational Amplifier (OP - AMP)

  1. Pengertian OP – AMP
Penguat Operasional (Operational Amplifier – Op Amp) adalah sebuah penguat instan yang bisa langsung dipakai untuk benyak aplikasi penguatan. Sebuah Op amp biasanya berupa IC (Integrated Circuit). Pengemasan Op amp dalam IC bermacam-macam, ada yang berisi satu op amp (contoh : 741), dua op amp (4558, LF356), empat op amp (contoh = LM324, TL084), dll.
 
Simbol Op amp
2. Fungsi
Fungsi Op-Amp adalah sebagai penguat tinggi dc yang berbeda penguatan (berbeda maksudnya bahwa beberapa sinyal yang tidak sama pada kedua inputannya adalah penguat yang baik). Sebagian besar sinyal bioelectric memiliki sebuah besaran yang sangat kecil yaitu dalam besaran milivolt bahkan dalam besaran mikrovolt dan oleh karena itu membutuhkan tambahan sehingga pengguna dapat melakukan proses. Penambahan tersebut berupa penguatan atau sering disebut Op-Amp. Penerapan Op-Amp yang sering di jumpai adalah sebagai penguat audio, pengatur nada, osilator atau pembangkit gelombang, sensor circuit, dsb.

3. Macam – macam Op – Amp
1. Pembanding (Comparator)
Comparator adalah penggunaan op amp sebagai pembanding antara tegangan yang masuk pada input (+) dan input (-).

Comparator
Jika input (+) lebih tinggi dari input (-) maka op amp akan mengeluarkan tegangan positif dan jika input (-) lebih tinggi dari input (+) maka op amp akan mengeluarkan tegangan negatif. Dengan demikian op amp dapat dipakai untuk membandingkan dua buah tegangan yang berbeda.
2. Penguat Pembalik (Inverting)

Penguat Pembalik
Penguat pembalik adalah penggunanan op amp sebagai penguat sinyal dimana sinyal outputnya berbalik fasa 180 derajat dari sinyal input.
3. Penguat tidak membalik (Non Inverting)

Penguat tidak membalik
Penguat tidak membalik adalah penggunanan op amp sebagai penguat sinyal dimana sinyal outputnya sefasa dengan  sinyal input.
4. Penguat differensial

Penguat Diferensial
Penguat differensial adalah penggunaan op amp untuk mencari selisih antara dua buah titik tegangan yang berbeda.
5. Penguat penjumlah (Summing Amplifier)

Penguat Penjumlah
Penguat penjumlah berfungsi menjumlahkan level masing masing sinyal input yang masuk ke op amp. Penggunanan op amp sebagai penjumlah sering dijumpai pada rangkaian mixer audio.
6. Integrator (atau LPF)

Integrator
Integrator berfungsi mengintegralkan  tagangan input terhadap waktu. Penggunanan integrator juga sebagai tapis lulus bawah (Low Pass Filter)
7. Differensiator (atau HPF)


Diferensiator
Differensiator berfungsi mendiferensialkan tagangan input terhadap waktu. Penggunanan diferensiator juga sebagai tapis lulus atas (High Pass Filter)

0 komentar:

Poskan Komentar